YOGYAKARTA, pikirpedia.blogspot.com, Pada hari ketiga UN berlangsung di jenjang SMA/SMK/MA di Jawa Timur mengalami masalah, peserta ujian berbasis kertas ini mengalami masalah pada mata ujian Bahasa Inggris. Keping cakram (CD) ujian mendengarkan tidak sama dengan naskah soal cetak. Kasus ini masih diselidiki Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dugaan sementara, kode SMA dan SMK tertukar karena perusahaan pembuat rekaman CD berbeda dengan percetakan naskah soal.
Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam saat dihubungi Rabu pagi membenarkan hal tersebut. “Kami sedang investigasi. Laporannya tadi masuk saat ujian dimulai. Ini terjadi khusus di Jawa Timur,” ujarnya seperti dilansir dari Kompas.com selasa, (14/4).
Nizam menambahkan, Solusi sementara para peserta ujian diminta untuk melanjutkan pengerjaan soal nomor 16-50. Khusus untuk soal nomor 1-15 yang berbeda akan dikompensasi melalui ekuivalensi penilaian. “Tujuannya agar murid tidak dirugikan,” ucapnya.
Laporan dari guru-guru pengawas di Jawa Timur menyebutkan, soal ujian mendengarkan Bahasa Inggris tidak sesuai antara CD audio dan naskah cetak. Mereka menduga ada salah kirim pada CD audio. Kasus ini dilaporkan guru di SMAN 1 Jombang dan SMKN 2 Lumajang. Kasus yang sama dilaporkan terjadi di Kediri, Surabaya, Sidoarjo, dan Madura.
Dari hasil evaluasi Puspendik pada pelaksanaan UN berbasis komputer, hingga kini terdapat tiga sekolah, selain SMKN 2 Jayapura, yang mengalami kendala saat ujian. Pertama, SMK Sinabung, Sulawesi Barat, mengalami masalah pada server yang digunakan. Akibatnya, ujian sesi pertama ditunda. Namun, masalah itu sudah diatasi sehingga sesi kedua dan ketiga tidak terganggu.
Masalah kedua terjadi di SMK Negeri 3 Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta. Server di dua ruang dari tiga ruang yang dipakai ujian tidak berfungsi dengan baik. Hal itu terjadi pada sesi pertama. Setelah server disinkronisasi dengan server pusat, murid dapat melanjutkan ujian dengan konsekuensi penundaan sesi pertama menjadi pukul 16.00-18.00.
Ketiga, SMKN 1 Pangkal Pinang, Bangka Belitung, mengalami masalah pada salah satu dari enam server yang digunakan. Solusinya, panitia mengalihkan waktu ujian menjadi keesokan harinya.
“Pelaksanaan UN berbasis komputer relatif sukses. Ini melebihi harapan saya. Tadinya saya perkirakan ada kendala 10 persen. Tapi, dari 513 sekolah yang pakai komputer, hanya tiga sekolah yang betul-betul ada masalah. Ini sudah sangat bagus,” kata Nizam.
Ia menyatakan, jika ada masalah, pihaknya akan membantu mengatasi masalah langsung dari Puspendik. Sampai sejauh ini belum terjadi kegagalan sistem karena tiap masalah masih bisa diselesaikan. Gagal sistem terjadi jika ada masalah selama satu hari. Berbagai skenario sudah disiapkan sehingga Puspendik siap dengan masalah apa pun. “Semua masalah yang dialami sekolah sudah kami prediksi dan perhitungkan,” ujarnya. (Ariyanto)
No comments